Produk Kayu Indonesia Diakui Uni Eropa


Produk Kayu Indonesia Diakui Uni Eropa

 

JAKARTA–MICOM: Indonesia dan Uni Eropa menyepakati perjanjian Forest Law Enforcement Goverment and Trade-Voluntary Parnership Agrement (FLEGT-VPA).

Perjanjian tersebut menjamin 48 jenis produk kayu yang telah mendapatkan sertifikat Sistem Verifikasi Legilitas Kayu (SVLK) dari Indonesia diterima negara-negara Eropa.

Demikian ditegaskan Dirjen Bina Usaha Kehutanan (BUK) Iman Santoso, Senin (26/9).

Dia mengatakan, setelah negosiasi selama 4-7 tahun, kayu Indonesia memperoleh jalur hijau untuk dipasarkan di sejumlah negara Uni Eropa seperti Belgia, Italia, Spanyol, Norwegia dll.

“Status kayu Indonesia sekarang sudah legal, tak perlu pemeriksaan. Uni Eropa mengakui legitimasi produk kayu kita,” katanya.

Iman menjelaskan, Uni Eropa akan memberlakukan UE Timber Regulation pada 3 Maret 2013. Produk-produk kayu yang telah bersertifikat SLVK akan melewati green lane serta tidak memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kita punya kriteria sendiri. Kita yakinkan bahwa tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. Langkah ini untuk menjawab tantangan pasar internasional, khususnya Uni Eropa bahwa hutan Indonesia dikelola secara legal,” terangnya.

Ia mengatakan, pangsa pasar produk kayu Indonesia baru sebesar 10% – 25%. Pasalnya, birokarasi Uni Eropa sulit. Tapi, dengan SVLK mengakibatkan status kayu Indonesia sudah legal, tidak perlu pemeriksanaan lagi. Walaupun kemungkinan juga Eropa menggunakan kriteria yang lain.

“Tapi yang tidak boleh adalah menolak barang dari Indonesia. Tidak haram, dan tak menyebabkan kerusakan lingkungan,” katanya.

Menurut Iman, perjanjian tersebut membuat Indonesia berada pada prioritas kerjasama, apabila menyetujui juga perjanjian dengan negara lain seperti Malaysia.

“Seperti kayu merbau yang merupakan khas kayu Indonesia, dilegalisir oleh negara lain, dan diekspor ke Eropa, Ini yang tidak bisa dibenarkan, sertifikasi ini mengantisipasi kayu Indonesia diakui Malaysia,” katanya.

Untuk menghindari pelegalan kayu Indonesia oleh Malaysia, Indonesia akan menandai 48 produk HS sehingga bisa diketahui kriteria khas kayu Indonesia.

“Kriteria kayu secara fisik, yang penting legal dan berasal dari hutan yang dikelola sustainable. Jenis kayu yang berpotensi diakui pihak luar antara lain Meranti dan Kapur,” katanya.

Secara terpisah, Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan, Muhammad Firman mengatakan sejauh ini sudah ada sekitar 125 perusahaan industri kayu yang menerapkan SVLK . Sedangkan untuk Hak Pengelolaan Hutan (HPH) dan Hutan Tanaman Industri (HTI) sudah lebih dari 30 industri yang menerapkan SVLK. (*/OL-3)

 

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2011/09/27/263023/4/2/-Produk-Kayu-Indonesia-Diakui-Uni-Eropa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s