Ketika Hutan Biayai PAN?


Ketika Hutan Biayai PAN?

BIAYA politik yang mahal akhirnya memaksa partai politik mencari sumber pendanaan untuk membiayai program-program politik partai, termasuk biaya menghadapi pemilu 2014.

PAN dikabarkan ikut terlibat sebagai calo perizinan pengusahaan hutan di Indonesia untuk menambang batu bara dan bauksit melalui jalur khusus kedekatan dengan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.

Pengamat Politik Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menyatakan, dalam kasus dugaan pencaloan izin pengusahaan hutan yang melibatkan PAN dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan yang diungkap media, jelas mengindikasikan salah satu penggalangan dana yang dilakukan PAN.

“Kalaulah investisgasi media tersebut benar, secara logika umum, keuntungan dari pencaloan tersebut pasti masuk ke kas PAN,” kata Ray ketika dihubungi matanews.com di Jakarta, Rabu 29 Juni 2011.

Namun kata Ray, sangat sulit untuk mengusutnya dana yang masuk kesebuah partai, karena berasal dari donatur individu-individu. “Karena secara etika atau norma, PAN tidak dapat bertanya darimana sumber dana yang diberikan donatur tersebut,” ujarnya.

Ray juga berkata, tidak ada transparansi mengenai sumber dana, yang ada selama ini hanya uang masuk dan uang keluar. “Uang itu dihasilkan dari kegiatan yang tidak benar atau uang itu dikeluarkan dengan jalur yang tidak benar, tidak masuk dalam
aturan,” jelas Ray.

Senada dengan Ray, Pengamat Politik Universitas Indonesia Kamaruddin mengungkapkan, hal yang terjadi pada PAN merupakan rahasia umum yang telah diketahui semua orang.

“Ketika kader menempati departemen tertentu, kadernya itu dijadikan ladang sebagai pencarian dana untuk menimbun pundi-pundi pembiayaan 2014,” ujar Kamaruddin santai kepada matanews.com di Jakarta, Rabu 29 Juni 2011.

Kamaruddin mengaku prihatin bahwa amanah yang semestinya untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat, justru dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

Kamaruddin juga berpendapat, saat ini mahasiswa memiliki tanggung jawab moril untuk mempertanyakan dan menggugat komitmen PAN untuk menjalankan agenda reformasi.

Pengamat Politik Universitas Padjadjaran Dede Mariana mengutarakan praktik calo adalah praktik yang sulit dibuktikan. “Di dalam kekuasaan, cenderung ada korupsi. Kekuasaan disalahgunakan untuk kepentingan kelompok dan pribadi,” ungkap Dede menjawab matanews.com di Jakarta, Rabu 29 Juni 2011.

Dede menilai, jika benar ada dana yang masuk ke PAN dari oknum-oknum yang terlibat percaloan di kementrian kehutanan, maka secara tidak langsung PAN juga terlibat.(pta/hms)

 

Sumber:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s