Ketersediaan lahan baru untuk tebu belum pasti


Ketersediaan lahan baru untuk tebu belum pasti

JAKARTA: Kementerian Pertanian menyatakan data pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan tebu dari Kementerian Kehutanan merupakan data lama, sehingga hingga saat ini belum ada kepastian soal lahan tersebut. Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir mengatakan pihaknya belum mendapatkan data ketersediaan lahan untuk tanaman tebu dari Kementerian Kehutanan, sehingga baru ada 25.000 hektare (ha) di Merauke milik anak perusahaan Rajawali Corp yang akan segera ditanami tebu.
“Yang lainnya [pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan tebu] belum ada,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini.
Dia memaparkan data ketersediaan lahan untuk tanaman tebu seluas 200.000 ha dari Kemenhut merupakan data lama. Selain itu, kata dia, data pelepasan kawasan hutan untuk tanaman perkebunan itu bukan untuk tebu. Kementan, kata dia, sedang mengecek lahan-lahan tersebut.
Menurut dia, untuk memastikan ketersediaan kawasan hutan yang diperuntukkan bagi tanaman tebu, maka perlu ada koordinasi Kemenhut, Kementan, dengan Kemneperin. “Belum ada kepastian [ketersediaan lahan untuk tanaman tebu.”
Dia menilai masih ada waktu untuk dapat mencapai target swasembada gula pada 2014, jika ketersediaan lahan untuk tebu itu dapat dipastikan pada akhir tahun ini.
Menurut Dewan Gula Indonesia, taksasi produksi gula pada tahun ini dapat mencapai 2,7-2,8 juta ton dengan persyaratan iklim yang kondusif. Pemerintah menargetkan produksi gula pada 2014 oleh PG yang sudah ada dapat mencapai 3,57 juta ton, sedangkan tambahan dari pembangunan pabrik baru sebanyak 2,13 juta ton, sehingga total sebanyak 5,7 juta ton. Untuk mendapatkan 2,13 juta ton, dibutuhkan tambahan 10-25 pabrik gula baru.
Secara terpisah, Direktur Tanaman Semusim  Kementerian Pertanian Agus Hasanuddin mengatakan untuk swasembada gula, dibutuhkan tambahan lahan untuk tebu seluas 300.000-350.000 ha di Merauke. Data ketersediaan lahan yang diberikan Kemenhut, kata dia, sudah tidak valid.
Kemenhut memberikan data lahan untuk tebu seluas 294.000 ha yang berdasarkan surat keputusan pelepasan kawasan hutan pada 1985-1998. “Permasalahannya yang sudah dilepas itu tidak cocok untuk tebu,” ujarnya.
Dia mencontohkan lahan hutan di Kalimantan Selatan dan Kalimatan Tengah yang tidak cocok untuk tanaman tebu, karena tingkat keasamaan tanah cukup tinggi.
Agus menambahkan angka-angka soal kawasan hutan untuk perkebunan tebu merupakan data lama dan telah dipergunakan untuk tanaman kelapa sawit. Adapun, lahan seluas 37.800 di Merauke sudah pasti, sedangkan yang lainnya seperti di Riau 5.145 ha, lanjutnya, masih dilakukan pengecekan apakah cocok untuk tanaman tebu. Sementara itu, lahan hutan di Sumatra Selatan masih akan dicek oleh kepala dinas setempat.
Menurut dia, telah ada pengajuan permohonan lahan untuk tebu seluas 78.200 ha oleh investor ke Kementerian Kehutanan. Prosesnya, investor mengajukan perizinan ke daerah setempat melalui bupati, lalu mendapatkan rekomendasi dari gubernur selanjutnya izin prinsip pelepasan kehutanan melalui SK Pelepasan Kawasan Hutan dari Kementerian Kehutanan.(mmh)

 

Sumber: http://www.bisnis.com/industri/agroindustri/29722-ketersediaan-lahan-baru-untuk-tebu-belum-pasti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s