SVLK “Lompatan Besar” Atasi Perdagangan Kayu Ilegal


SVLK “Lompatan Besar” Atasi Perdagangan Kayu Ilegal

Jakarta, (Analisa)

CEO World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, Efransjah, mengatakan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) merupakan “lompatan besar” dalam mengatasi berbagai permasalahan terkait kehutanan terutama perdagangan kayu ilegal.

“Ini adalah ‘lompatan besar’, karena dulu permasalahan kayu sangat kompleks terutama masalah illegal logging sangat besar terjadi di hutan-hutan kita,” kata Efransjah di Jakarta, Kamis. WWF bekerja sama dengan Global Forest and Trade Network, Sucofindo dan Carrefour melakukan pertemuan antar sektor bisnis kehutanan.

WWF Indonesia selaku organisasi yang bergerak dibidang lingkungan yang mendukung percepatan pengelolaan hutan lestari, pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan MoU dengan Sucofindo serta penandatanganan Praticipation Agreement dengan PT Essam Timber.

Efransjah mengatakan, hal ini adalah bagian terberat ke arah sertifikasi yaitu legalitas. Menurutnya legalitas hanya pada satu aspek saja tapi kebetulan aspek yang paling berat dan parah di Indonesia adalah legalitas tersebut karena maraknya illegal logging.

“Karena itu pemerintah dan semua pihak berusaha memberikan insentif agar masalah ini teratasi,” tambahnya. SVLK sendiri sudah diterapkan di Indonesia sejak 2009. Saat ini sudah 92 perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan yang disertifikasi.

Dengan adanya kerja sama Indonesia dengan Uni Eropa yang berhasil mencapai kesepakatan untuk memberantas perdagangan kayu ilegal yaitu Voluntary Partnership Agreement (VPA) atau kesepakatan kemitraan sukarela.

Kesepakatan tersebut mendorong Indonesia melakukan percepatan pengelolaan hutan lestari dan penerapan SVLK karena Indonesia saat ini menjadi salah satu eksportir produk kayu ke Eropa. (Ant)

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=96129:svlk-qlompatan-besarq-atasi-perdagangan-kayu-ilegal&catid=26:nasional&Itemid=44

One thought on “SVLK “Lompatan Besar” Atasi Perdagangan Kayu Ilegal”

  1. SVLK adalah persyaratan untuk memenuhi legalitas kayu/produk yang dibuat berdasarkan kesepakatan para pihak (stakeholder) kehutanan yang memuat standard, kriteria, indikator, verifier, metode verifikasi dan norma penilaian (Permenhut No. P.38/Menhut-II/2009 Pasal 1 Ayat 10).

    Sertifikat Legalitas Kayu (SLK) adalah surat keterangan yang diberikan kepada pemegang izin atau pemilik hutan hak yang menyatakan bahwa pemegang izin atau pemilik hutan hak telah mengikuti standard legalitas kayu (legal compliance) dalam memperoleh hasil hutan kayu (Permenhut No. P.38/Menhut-II/2009 Pasal 1 Ayat 12).

    Jadi SLK akan diperoleh oleh pemegang izin atau pemilik hutan hak, jika telah memenuhi SVLK yang dinilai melalui proses verifikasi. Prinsip dari VLK adalah menguji keterlacakan sejak dari produk kayu mundur ke sumber/asal usul kayu dan sekaligus menguji pemenuhan kewajiban daan ketaatan terhadap peraturan yang berlaku yang mengalur secara konsisten. Karena sertifikat LK ini bersifat mandatory, maka semua perusahaan kehutanan di Indonesia wajib mengikuti SVLK.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s