Lagi, Hutan Lindung Dirambah


Lagi, Hutan Lindung Dirambah
Senin, 23 Mei 2011 , 15:29:00

KETAPANG – Yayasan Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam Indonesia (YPH-PAI) Ketapang akan melaporkan dugaan kasus penggunaan area hutan lindung di Kabupaten Ketapang. Surat resmi akan dikirim ke Mabes Polri, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Kehutanan pada 29 Mei mendatang.“Kita akan membuat surat resmi, kepada tiga lembaga tersebut sesegera mungkin, karena kami melihat bagaimana perluasan area milik perusahaan tersebut masuk ke daerah hutan lindung. Surat kami yang dikirim agar pihak terkait segera menindaklanjuti,” kata Ketua YPH-PAI Ketapang A Rahman kepada wartawan, Minggu (22/5).
Menurutnya, pelaporan tersebut berkaitan dengan rusaknya hutan lindung Gunung Temenggung, Konar, Jelajan, Mangkubawa, dan Gunung Mentangkap. Di mana rusaknya area hutan lindung disebabkan kelalaian Kepala Kantor Wilayah Departemen Kehutanan Provinsi Kalbar, Kepala Balai Inventarisasi dan Perpetaan Hutan Wilayah III Pontianak, Dinas Kehutanan Ketapang, serta instansi terkait pada saat itu. “Karena kejadian ini sudah terjadi sekitar 20 tahun lalu. Namun seakan ini baru terungkap sekarang karena ada masalah di Kecamatan Sui Laur,” kata Rahman.

Berpatokan dengan laporan Kepala Balai Inventarisasi dan Perlindungan Hutan Wilayah III, disebutkan bahwa areal yang wajib dipertahankan dan dijaga semua pihak sebagai kawasan hutan di areal yang akan dilepaskan. Di antaranya di Gunung Temenggung seluas 570 hektar, Konar (288 hektar), Jelajan (270 hektar), Mangkubawa (89 hektar), dan Mentangkap (109 hektar). “Jumlah keseluruhan menjadi 1.326 (hektar), tetapi pada kenyataanya, area itu sudah menjadi area perkebunan dari PT PTS,” katanya.

Dijelaskan Rahman, berdasarkan laporan dari PT PTS base camp Sui Laur Nomor 39/SKI/ADM-K/II/2003 tertanggal 10 Februari 2003, dengan ditandatangani Ir Miroheidi selaku DY Regional Controller PT PTS, yang ditujukan kepada Ir Djausin Nenggolan selaku DY Perkebunan BRUG di Pontianak. Dalam laporannya menyatakan bahwa kunjungan Tim Binhut Ketapang pada 28 November 2002, sebanyak lima orang datang ke PT PTS. Yakni untuk menginventarisasi kembali tapal batas hutan lindung Gunung Temenggung. “Di mana dalam surat hasil kunjungan itu disebutkan sebelah utara Gunung Temenggung telah dimasuki kebun sawit. Dan Tim Binhut telah memasang patok di areal perkebunan yang dapat terlihat. Ada tiga patok, yakni patok B.62 HL, letaknya dipersimpangan jalan menuju kantor blok 79, Patok B.94 HL terletak di tepi lahan area Tonggoh,” katanya. (fah)

Sumber: http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=92039

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s