Konflik Lahan di Jambi


Konflik Lahan di Jambi

Petani Minta Sumbangan di Jalan

Tribun Jambi – Selasa, 3 Mei 2011 14:22 WIB

 Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Persatuan Petani Jambi (PPJ) benar-benar menginap di kantor Dinas Kehutanan Provinsi Jambi. Mereka mendirikan tenda biru untuk berteduh dan juga peralatan masak.

Selain itu, mereka juga memanfaatkan teras kantor untuk beristirahat dan tidur. Sementara sebagian lainnya turun ke jalan membawa kardus dengan tulisan Sumbangan Solidaritas Dana Perjuangan Petani Korban PT WKS.

Mereka melakukan demonstrasi sejak Senin (2/5), menuntut agar pihak Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, segera menyelesaikan persoalan sengketa lahan yaitu berupa pengembalian lahan di lima kabupaten, seluas 41.779 hektare yang mereka sebut diambilalih PT Wira Karya Saksi (WKS) dan PT Rimba Hutani Mas (RMH).(rie)

 

Bupati Minta Masyarakat Bersabar

Harian Tribun Jambi – Selasa, 3 Mei 2011 21:59 WIB

Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Usman Ermulan meminta masyarakat Senyerang bersabar dan menahan diri. Penyampaian tersebut, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan atas langkah pemblokiran jalur di Sungai Senyerang.

“Takut timbul hal-hal yang tidak diinginkan karena pasti akan terjadi insiden-insiden yang tidak diinginkan,” pinta Usman, Selasa (3/5).

Mengenai penyelesaian sengketa lahan, warga Senyerang, kata Usman, telah bertemu dengan Menteri Kehutanan, beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, Pemkab Tanjabbar, tidak dilibatkan saat pertemuan berlangsung.

“Kita tidak diajak pertemuan dengan Menteri Kehutanan. Jadi kita tidak terlalu banyak tahu dan masih menunggu apa hasil itu,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun Tribun, saat ini masyarakat Senyerang masih melakukan aksi blokir terhadap kapal-kapal PT Wira Karya Sakti (WKS), dan PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (LPPPI). Aksi blokir dipicu belum tuntasnya penyelesaian lahan, antara masyarakat dengan PT WKS.

Kapolres Tanjabbar AKBP Mintaro melalui Kabag Ops Kompol Eddy Anwar membenarkan hal itu.
“Warga bersiap-siap di sana menghadang kapal-kapal WKS, baik dari Tebing mau ke Tungkal, maupun dari Tungkal maupun ke Tebing,” katanya.

Di lokasi, lanjutnya, belum ditemukan kegiatan yang bersifat anarkis. Namun untuk menghindari kericuhan, pihaknya juga meminta kapal tidak melintas sampai ditemukan jalan penyelesaian. Selain aparat dari Mapolres Tanjabbar, pengamanan  juga disiapkan dari Brimod Kompi IV Pematang Lumut sebanyak dua pleton.

Pascapemblokiran jalur sungai, tidak satu pun kapal yang menuju dan keluar dari perusahaan anak Sinar Mas itu. Eddy Anwar mengatakan, sebanyak 11 kapal batal melintas di jalur Sungai Pengabuan.

“Kapal yang dari Tungkal mau ke Tebing sebanyak lima kapal, kemudian kapal yang mau ke arah Tungkal ada enam kapal, dan semuanya masih sandar di sungai,” paparnya.

Humas WKS Edy Yanto dalam rilisnya ke Tribun membenarkan, warga telah memblokir jalur dan mengakibatkan kapal-kapal tak bisa berlayar.

Selasa malam, menurutnya, Tagboat Perdana yg membawa tongkang Karyatama Sriwijaya dijarah sejumlah warga Senyerang. Kapten Kapal Medianto menyebutkan ,ia disuruh balik arah dan karena tidak menuruti kemauan warga, awak kapal dijarah sejumlah barang berharga dirampas seperti telepon genggam dan jam tangan.

Sumber: WALESTRA (Wahana Pelestarian dan Advokasi Hutan Sumatera)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s