Mengukur Kembali Kontribusi Kehutanan Terhadap PDB


Berikut salinan siaran pers dari Ka PusInfo Kemhut tentang kontribusi kehutanan terhadap PDB.

SIARAN PERS
Nomor:S. 178/PHM-1/2011

Mengukur Kembali Kontribusi Kehutanan Terhadap PDB

Sejak tahun 2005 subsektor kehutanan hanya menyumbang 1% terhadap PDB,
dan bahkan tahun 2009 menurun, hanya sebesar 0,8%. Kecilnya kontribusi
subsektor kehutanan terhadap PDB ini disebabkan karena hanya dihitung
dari komoditi primer, yaitu kayu log, rotan, jasa kehutanan, dll.
Sementara itu, berdasarkan PP No.6 tahun 2007 jo. PP No.3 tahun 2008
tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta
Pemanfaatan Hutan, cakupan binaan Kementerian Kehutanan meliputi hasil
produk primer kehutanan sampai industri kehutanan seperti industri
penggergajian kayu, industri kayu lapis, panel kayu dan veneer. Sampai
saat ini, penyajian Nilai Tambah Bruto Industri Kehutanan di PDB masih
tergabung didalam subsektor Industri Pengolahan Migas. Di samping itu,
ada diantaranya hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan yang masih
perlu dielaborasi untuk menjadi bagian akun subsektor kehutanan yang
dapat memberikan kontribusi terhadap PDB. Tentu saja hal tersebut
menjadi penting untuk dicatat sebagai pendapatan subsektor kehutanan
yang berasal dari sumber non-kayu. Di sisi lain sangat diyakini juga
bahwa kehutanan memiliki multflier effects yang memiliki peran besar
terhadap perkembangan sub sektor lain yang selama ini tidak
direpresentasikan dalam PDB sebagai kontribusi lain dari sub sektor
kehutanan kepada sektor-sektor lainnya. Dengan demikian maka diduga
nilai kontribusi sub sektor kehutanan terhadap perekonomian nasional
seharusnya jauh lebih besar dari hanya nilai yang saat ini disajikan
dalam PDB nasional sehingga memiliki nilai penting dan strategis dalam
pembangunan ekonomi nasional secara keseluruhan dalam PDB dan sebagai
sumber pengganda kepada sektor lain.

Pemikiran-pemikiran tersebut selama ini secara terfragmentasi sudah
berlangsung lama dan menjadi isu dalam berbagai diskusi kehutanan,
namun belum ada langkah kongkrit untuk dibahas bersama-sama secara
komprehensif dengan melibatkan parapihak yang berkepentingan. Untuk
itu Kementerian Kehutanan bekerjasama dengan Forespect akan
menyelenggarakan seminar “Mengukur Kontribusi Riil Sub Sektor
Kehutanan dan Kemungkinan Penerapannya dalam Perhitungan Produk
Domestik Bruto (PDB), pada 28 April 2011, bertempat di Hotel
Peninsula, Jakarta. Seminar akan dibuka oleh Menteri Kehutanan dan
dihadiri oleh 3 Menteri yaitu Menteri Perindustrian, Menteri Keuangan,
dan Kepala Biro Pusat Statistik. Penyelenggaraan seminar bertujuan
untuk (1) Membangun perhatian dan pemahaman bersama mengenai peran dan
potensi peran sub sektor kehutanan dalam perekonomian nasional; (2)
Mengidentifikasi kontribusi riil selama ini dari kehutanan serta
potensi kontribusi kedepan dari semua komoditas dan jasa kehutanan
baik tangible maupun non tangible, serta multiflier effects nya; (3)
Mengidentifikasi instrumen yang dapat mengakomodasi poin “2” tersebut
diatas agar penghitungan PDB subsektor Kehutanan dapat
merepresentasikan nilai riil kontribusinya.

Diharapkan seminar ini menjadi sebuah forum yang strategis untuk
mengukur kembali kontribusi riil sub sektor kehutanan dalam
perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB), dan muncul instrumen yang
sangat penting dan strategis yang dapat digunakan untuk menghitung PDB
kehutanan yang dianggap lebih merepresentasikan nilai kontribusi
subsektor tersebut terhadap perekonomin nasional.

Jakarta, 25 April 2011

Kepala Pusat
ttd
Masyhud

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s